Isi Blog

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

4 Makanan Ini Bantu Atasi Panik


Ghiboo.com - Kehidupan sehari-hari membuat kita rentan dengan kepanikan, dan berujung dengan kondisi stres. Bila kurang cerdas menanganinya, stres bisa bertambah parah dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan. 

Anda tak perlu khawatir untuk mengatasinya. Selain harus lebih sering melakukan kegiatan yang membuat Anda lebih rileks, Anda juga bisa mencoba mengatasi rasa panik dengan mengubah pola makan.

Sayuran ternyata bisa menjadi sahabat di kala rasa panik dan stres melanda. Medicmagic (31/5) memberitahukan empat sayuran untuk mengatasi panik.
Bayam
Jumlah mikronutrisi dalam sayuran hijau sangatlah tinggi, termasuk vitamin A, vitamin K dan folat, serta mangan dan zat besi. Salah satu vitamin yang tinggi jumlahnya di bayam adalah vitamin C, yang mampu mengurangi stres yang kerap mengganggu.
Ketika Anda mengalami stres, kelenjar adrenal, dimana hormon stres tersimpan akan mengalami kehilangan vitamin C dengan cepat. Nah, mengonsumsi bayam bisa menggantikan vitamin yang hilang tersebut. Jadi, saat Anda stres, cobalah untuk makan bayam yang terbukti menyediakan lebih banyak nutrisi. Jika Anda kurang menyukainya, Anda bisa menyulap bayam segar dengan sedikit kreatifitas.
Brokoli
Ketika Anda stres, tubuh akan mengalirkan hormon yang dapat memengaruhi mood Anda. Sayuran hijau bisa memproduksi serotonin, hormon yang dapat mengendalikan, menenangkan dan menyeimbangkan perasaan dan pikiran Anda.
Selain jeruk, vitamin C juga bisa ditemukan di brokoli. Tak hanya itu, vitamin A juga banyak terkandung dalam sayuran hijaunya yang bertanggung jawab untuk mengatur stres sehari-hari.
Ketika mood Anda kacau, brokoli siap memperbaikinya. Sayuran super ini akan membantu menggantikan nutrisi yang hilang. Anda boleh menyantapnya dengan tambahan saus atau menggorengnya dengan tepung.
Asparagus
Antioksidan dan vitamin menjadi faktor penting untuk mengusir stres dan panik. Dan asparagus termasuk sayuran yang tinggi antioksidan. Asparagus juga mengandung tritofan, asam amino yang penting yang digunakan tubuh untuk memproduksi serotonin. 
Menurut Julia Ross, penulis The Mood Cure', kekurangan serotonin dapat menyebabkan timbulnya rasa panik. Tritofan dalam asparagus dapat membantu kita mendapatkan tidur berkualitas dan menjaga mood.
Seledri
Kemampuan seledri untuk menurunkan tekanan darah telah terbukti sejak lama. Nah, Anda juga mesti tahu kegunaan seledri lainnya, yaitu membuat Anda merasa tenang.
Seledri mengandung phthalides, senyawa yang dapat membuat otot-otot arteri menjadi lebih rileks. Senyawa ini mengatur aliran darah yang memungkinkan pembuluh darah membesar, sehingga mengurangi tekanan darah. Gejala seperti ini sering sekali terjadi saat seseorang mengalami stres.

Kebiasaan Buruk di Meja Kerja yang Memicu Penyakit

Meja kerja hampir sama akrabnya dengan tempat tidur Di tempat ini Anda biasa menghabiskan waktu panjang melakukan berbagai aktivitas — membaca email, mendengarkan musik, sampai makan siang. Pantau kembali kebiasaan bekerja Anda, jangan sampai membahayakan kesehatan.

Mendengarkan musik terlalu kerasUntuk menghormati rekan kerja yang lain, Anda menggunakan earphone untuk mendengarkan musik. Hati-hati, perhatikan volume earphone yang Anda gunakan. Seringkali saking kencangnya teman di meja sebelah masih bisa mendengar sayup-sayup suara musik.

Sebelum menggunakan earphone, pastikan posisi volume dalam keadaan 0 atau off. Ketika memasang earphone, naikkan volume pelan-pelan sampai level yang nyaman untuk kuping. Sebuah penelitian yang diadakan di Amerika menyebutkan menggunakan earphone lebih dari 90 menit secara konstan selama waktu yang lama, meningkatkan risiko terjadinya gangguan pendengaran.

Untuk kesehatan telinga, batasi volume sampai 50-70 persen batas maksimal volume. Ketika Anda merasa kuping tidak nyaman atau sakit kepala, sebaiknya hentikan penggunaan earphone segera. Sering kali karena terlalu serius bekerja, Anda sampai melupakan hal ini.

Meja yang berantakan Tumpukan pekerjaan, kertas yang sudah tidak terpakai, sampai bekas makanan sering jadi penghuni abadi meja kerja. Pekerjaan yang terus datang dan kegiatan lain yang menyita waktu membuat Anda sering lupa merapikan meja kerja.

Ada tiga masalah yang bisa muncul dari meja kerja yang berantakan. Pertama, stres karena melihat isi meja yang tidak beraturan serta menumpuk. Kedua, munculnya bibit-bibit sarang kuman. Ketiga, penyakit otot. Penelitian yang diadakan Universitas Arizona, Amerika menemukan meja kerja rata-rata 400 kali lebih kotor dari dudukan toilet. Tempat-tempat yang paling kotor antara lain permukaan meja, keyboard komputer/laptop dan gagang telepon.

Untuk mencegahnya, bersihkan meja Anda setidaknya seminggu sekali. Pada akhir pekan atau awal pekan gunakan waktu untuk membuang hal-hal yang tidak perlu. Seka seluruh permukaan meja dan peralatan lainnya dengan tisu pembersih anti kuman. Meja yang bersih dan lapang akan membuat suasana kerja semakin menyenangkan. Tumpukan yang tidak beraturan serta posisi benda yang tidak teratur akan membuat seseorang berusaha lebih keras untuk meraih sebuah benda yang diinginkan. Tak jarang hal ini menimbulkan cedera otot ringan.

Makan di meja kerja Ada banyak alasan sebaiknya meja kerja tidak berfungsi gandasebagai meja makan. Makan sambil mengetik di laptop Anda hanya akan membuat kuman yang bersarang di laptop pindah ke makanan lalu ke mulut Anda. Selain itu, sisa-sisa makan yang tercecer di meja bisa sumber penyakit baru karena menarik perhatian binatang-binatang kecil atau bahkan tikus di malam hari untuk mampir ke meja Anda. Walau Anda selalu berusaha membersihkan semaksimal mungkin, tetap saja risiko tersebut masih tetap bisa terjadi.

Masalah yang seringkali juga terjadi adalah rusaknya peralatan akibat makanan dan minuman yang terdapat di atas meja. Air minum yang tumpah membasahi keyboard atau saus makanan yang terpercik ke dokumen Anda tentu bukan hal yang asing. Belum tentu Anda bisa menjamin bebas akan risiko ini. Daripada harus mengganti peralatan kantor karena hal tersebut atau terlambat rapat karena harus menyiapkan ulang dokumen yang terkena makanan sebaiknya bawa makanan Anda ke tempat makan yang benar.

Makan sambil kerja membuat otak Anda menjadi tidak fokus terhadap kegiatan makan. Efeknya sama seperti makan di depan televisi. Anda bisa menghabiskan porsi lebih makan saat makan sambil kerja dibanding dengan makan yang fokus. Peneliti dari Universitas Bristol mengungkapkan, makan sambil bekerja dapat menyebabkan seseorang merasa kurang kenyang dan akan banyak mengonsumsi camilan di sore harinya. Bila diteruskan dapat meningkatkan risiko obesitas.

Selain itu tentunya tubuh dan otak Anda perlu waktu untuk penyegaran. Studi menunjukkan 15 menit saja beralih dari meja kerja untuk makan atau beristirahat dapat meningkatkan kerja otak Anda.

Terpaku di meja kerja Berjam-jam duduk di meja kerja tanpa beristirahat dapat memicu timbulnya penyakit. Terus-menerus duduk di meja kerja dapat melambatkan kerja otak karena kurang lancarnya aliran darah. Dalam satu jam sekali setidaknya berdiri dan berjalanlah berkeliling sesaat untuk meregangkan badan dan melancarkan aliran darah.

Selain itu, postur duduk yang salah juga bisa memicu timbulnya nyeri pada punggung, leher, serta sakit kepala.

Jika ada yang ingin didiskusikan dengan teman kerja, coba sesekali datangi meja kerjanya daripada mengirim email. Kegiatan ini baik untuk menyegarkan otak dan membuat badan lebih sehat. Hindari juga menyimpan benda-benda pada bagian yang terkena tekanan saat duduk. Kantong belakang yang berisi dompet sebaiknya dikosongkan sebelum duduk. Tekanan yang terus menerus dari dompet tersebut dapat memicu nyeri pada syaraf di sekitarnya.

Untuk menjaga kesehatan mata dari paparan sinar komputer sebaiknya ikuti rumus 20-20. Setiap 20 menit, palingkan mata Anda dari layar komputer selama 20 detik untuk melihat sesuatu yang  jaraknya paling tidak sejauh 5 meter. Kegiatan ringan ini jika dilakukan dapat mengurangi risiko kerusakan pada mata.

Mengupas 'Kesaktian' Kulit Semangka

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Selama ini, semangka hanya dikonsumsi bagian daging yang berwarna mencolok, seperti merah dan kuning, sementara bagian lapisan putih dekat kulit luar sering dibuang dan menjadi limbah. Padahal, bagian ini justru mengandung zat antioksidan yang sangat bermanfaat untuk kesehatan kulit.

Berangkat dari hal itulah, empat mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) memanfaatkan lapisan putih kulit semangka (Citrullus Vulgaris Schrad) untuk bahan pembuatan masker yang bermanfaat bagi kesehatan kulit.

"Lapisan putih kulit semangka sebenarnya banyak mengandung zat yang berguna bagi kesehatan, salah satunya adalah sitrulin. Sitrulin merupakan salah satu zat antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan kulit," kata salah seorang mahasiswa Laila Dhunurain Rochmatika di Yogyakarta, Ahad (20/5).

Laila menjelaskan, "Pemanfaatan lapisan putih buah semangka saat ini tergolong masih kurang maksimal, padahal mengandung zat antioksidan. Oleh karena itu, kami menganalisis kandungan antioksidan pada masker wajah berbahan dasar lapisan putih kulit semangka."

Dikatakannya, pemilihan semangka dalam penelitian itu karena semangka merupakan buah yang dikenal luas masyarakat, mudah dijumpai di berbagai daerah, dan harganya relatif murah.

Penggunaan masker dari buah, masih kata Laila, merupakan salah satu cara mengembalikan kesegaran wajah. Manfaat masker selain melembutkan kulit, juga membuka pori-pori yang tersumbat karena kotoran, debu maupun sisa kosmetik yang tidak bisa hilang oleh pembersih biasa.

"Selain itu, masker juga dapat mengembalikan kelembaban dan kehalusan kulit serta menggantikan sel-sel kulit yang sudah mati dan dapat menjadikan otot-otot wajah menjadi rileks," kata Laila.

Selain Laila, tiga mahasiswa yang juga ikut dalam penelitian itu adalah Hesty Kusumastuti, Galih Dian Setyaningrum, dan Niken Istikhari Muslihah. Mereka adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia dan Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Jangan Ngemil Buah Ini!

Ghiboo.com - Saat sedang merasa lapar, terkadang orang ingin mengunyah cemilan, seperti keripik, cokelat, hingga kue, yang sangat memanjakan lidah. Agar tetap sehat, banyak orang mengganti cemilan-cemilan tersebut dengan buah-buahan segar.

Buah-buahan memang kaya akan vitamin dan mineral yang menunjang diet sehat Anda. Sayangnya, masih banyak orang menganggap semua buah pasti menyehatkan padahal ada beberapa buah yang sebaiknya tidak dipilih sebagai cemilan. Timesofindia (14/5) menyebutkan beberapa buah yang sebaiknya Anda hindari untuk dijadikan cemilan sehat.
Melon dan semangka

Kedua buah ini memiliki kandungan air yang cukup banyak sehingga baik untuk mengatasi dehidrasi. Sayangnya, kandungan gula dalam keduanya cukup tinggi (Indeks glikemik mencapai 65-100 persen), sehingga sangat tidak disarankan bagi mereka yang memiliki diabetes atau memiliki riwayat keluarga penderita diabetes untuk mengonsumsi buah ini.
Nanas

Buah yang cukup unik ini memang kaya akan vitamin dan mineral. Selain itu, buah nanas juga rendah lemak sehingga baik untuk menurunkan kolesterol. Namun, buah nanas yang masak mengandung kadar gula yang cukup tinggi. Penderita diabetes sebaiknya tidak mengonsumsi nanas secara berlebihan. Selain itu, buah ini juga mengandung bromelain, sebuah enzim yang dapat mengurangi peradangan dan pembengkakan.
Mangga dan pepaya

Buah ini tentu saja menjadi favorit Anda. Meskipun rasanya tidak semanis nanas, buah mangga dan pepaya akan aman jika dikonsumsi sesekali saja. Untuk menggantikan keduanya, Anda bisa mencoba pisang. Walaupun pisang juga memiliki kandungan gula yang cukup tinggi (GI mencapai 55), namun pisang merupakan sumber energi yang baik.
 

Followers

Labels List

Chat Box